Blog berisikan MP3 KESENIAN JAWA KLASIK khususnya Klenengan produksi Lokananta. Seluruh file klenengan, campursari, dagelan Basiyo merupakan hasil ripping dari kaset koleksi pribadi, wayang kulit sebagian besar berasal dari blog Wayang Prabu, sisanya dari koleksi pribadi. Mohon maaf bila masih ada file yang belum bisa didownload, mangga dipun telusuri piyambak. Matur nuwun.
Google
 

Ki Anom Suroto : Abiyasa Lahir

>> Saturday, December 24, 2011

Dalam pewayangan Jawa, tokoh Byasa disebut dengan nama "Abyasa", "Kresna Dipayana", "Sutiknaprawa", atau "Rancakaprawa". Kisah kehidupannya dikembangkan sedemikian rupa oleh para dalang sehingga cenderung berbeda dengan versi aslinya.

Kelahiran
Abyasa merupakan putra pasangan Parasara dan Durgandini. Dikisahkan Durgandini menderita bau amis pada badannya semenjak lahir. Ia diobati Parasara seorang pendeta muda, di atas perahu sampai sembuh. Keduanya saling jatuh hati dan melakukan sanggama, sehingga lahir Abyasa.

Abyasa tidak lahir sendiri. Parasara juga mencipta perahu, penyakit, dan alat-alat pengobatannya menjadi manusia berjumlah enam, yaitu Setatama, Rekathawati, Bimakinca, Kincaka, Rupakinca, dan Rajamala. Semuanya dipersaudarakan dengan Abyasa.
Perkawinan

Byasa dalam pewayangan
Durgandini kemudian menjadi permaisuri Sentanu, raja Hastina. Ia melahirkan Citranggada dan Citrawirya. Masing-masing secara berturut-turut naik takhta menggantikan Sentanu. Namun, keduanya masih muda ketika meninggal. Citranggada meninggal saat belum menikah, sedangkan Citrawirya meninggal saat belum memiliki putra.

Durgandini kemudian memanggil Abyasa untuk menikahi kedua janda Citrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika. Saat itu ia baru saja bertapa sehingga keadaan tubuhnya sangat buruk dan mengerikan. Ambika ketakutan saat pertama kali bertemu sampai memejamkan mata. Abyasa meramalkan kalau Ambika kelak melahirkan putra buta. Sementara itu, Ambalika memalingkan muka karena takut. Abyasa meramalkan kelak Ambalika akan melahirkan bayi berleher cacad.

Abyasa juga menikahi dayang Ambalika bernama Datri. Perempuan itu ketakutan dan mencoba lari. Ia pun diramal kelak akan melahirkan putra berkaki pincang.
Akhirnya, Ambika, Ambalika, dan Datri masing-masing melahirkan putra yang diberi nama Dretarastra, Pandu, dan Widura.

Sebagai raja dan pendeta
Pewaris sah takhta Hastina sesungguhnya adalah Bisma putra Sentanu dari istri pertama. Namun ia telah bersumpah tidak akan menjadi raja, sehingga sebagai pengganti Citrawirya, Abyasa pun naik takhta sampai kelak ketiga putranya dewasa.

Setelah tiba saatnya, Abyasa pun turun takhta digantikan Pandu sebagai raja Hastina selanjutnya. Ia kembali menjadi pendeta di pertapaan Ratawu yang terletak di pegunungan Saptaarga. Abyasa merupakan pendeta agung yang sangat dihormati. Tidak hanya keluarga Hastina saja yeng menjadikannya tempat meminta nasihat, namunjuga dari negeri-negeri lainnya.

Akhir hayat
Versi pewayangan mengisahkan kematian Abyasa sesaat sesudah perang Baratayuda usai, yaitu ketika keturunannya yang bernama Parikesit cucu Arjuna dilahirkan. Konon, atas jasa-jasanya selama hidup di dunia, datang kereta emas dari kahyangan menjemput Abyasa. Ia pun naik ke surga bersama seluruh raganya.
Nama Dipayana kemudian diwarisi oleh Parikesit.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bagawan_Abiyasa

Monggo dipun midangetaken rekamanipun versi Ki Anom Suroto.

Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 01
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 02
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 03
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 04
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 05
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 06
Ki Anom Suroto - Abiyasa Lahir 07 (Tamat)

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP