Blog berisikan MP3 KESENIAN JAWA KLASIK khususnya Klenengan produksi Lokananta. Seluruh file klenengan, campursari, dagelan Basiyo merupakan hasil ripping dari kaset koleksi pribadi, wayang kulit sebagian besar berasal dari blog Wayang Prabu, sisanya dari koleksi pribadi. Mohon maaf bila masih ada file yang belum bisa didownload, mangga dipun telusuri piyambak. Matur nuwun.
Google
 

Video Wayang Kulit Dengan 3 Dalang

>> Sunday, December 30, 2012




Video ini direkam dari TV Indosiar pada awal Januari 1996 dengan lakon ASMORO BUMI oleh 3 dalang kondang yang masih satu keluarga yaitu : Ki Anom Suroto, Ki Warseno Slenk (adik) dan Bayu Aji Pamungkas (anak) dimana pada waktu itu Bayu masih berusia 11 tahun (Kelas 6 SD).

Acara diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun yang pertama TV Indosiar dengan menggelar kesenian budaya daerah selama 36 hari berturut-turut yang dipusatkan diwilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Rekaman Asmoro Bumi ini digelar di pendopo Kabupaten Sukoharjo yang dihadiri oleh Bupati Sukoharjo Bp. Ir. (Arsitek) Tejo Suminto atau dikenal dengan sebutan Mas Tetet beserta jajaran, para undangan dan masyarakat setempat tentu saja.
Pada malam itu panitia menghidangkan konsumsi untuk para undangan dengan hidangan khas Solo yaitu Nasi Liwet yang disajikan dengan "pincuk" ("piring" dari daun pisang) dan selama pertunjukan juga disediakan Jamu Gendong dengan penyajian seperti aslinya, yaitu dengan menempatkan jamunya di bakul gendong dan dilayani langsung oleh Mbok Jamu. Acara dan suasana oleh panitia dibuat sedemikian rupa!

Pagelaran kebetulan jatuh pada tanggal 31 Desember 1995 sehingga acara ini juga sekaligus untuk merayakan Malam Tahun Baru 1996, pada awal Goro-Goro sempet diadakan acara meniup terompet secara bersama oleh khususnya para waranggana.

Adapun waranggana dan wiraswara pendukung pagelaran ini boleh dibilang cukup melimpah antara lain oleh waranggana tetap dari Ki Anom Suroto sendiri yaitu :
1. Ibu Sumiyati (Sragen)
2. Ibu Darsini (Sragen) 
3. Ibu Niken Sulastri (Sragen)
4. Ibu Dewi Marhaeningsih (Klaten)
5. Ibu Rosiyati (Grobogan, Purwodadi)

Waranggana/wiraswara tambahan (masih dari Ki Anom Suroto juga) yaitu :
1. Ibu Suyatmi (Boyolali), seorang waranggana senior mantan waranggana Ki Nartosabdho.
2. Ibu Endang Sulastri (Ngawi)
3. Mas Suyarto (Bubakan, Girimarta, Wonogiri), seorang pria yang fasih melantunkan suara wanita.

Kemudian ditambah lagi dengan bintang tamu yaitu : 
1. Ibu Waljinah (Solo)
2. Ibu Sunyahni (Sragen)
3. Bp. Kirun (Madiun)

Adegan perang dibawakan oleh : Bayu Aji Pamungkas (11 tahun) dimana saat itu mulai sering tampil mendampingi sang ayah dengan keunggulannya yang terkenal dalam sabetan perang. Nama Bayu Aji Pamungkas saat itu sudah mulai terkenal secara nasional (maksudnya nasional dalam wilayah wayang kulit).

Adegan Goro-goro dibawakan oleh : Ki Warseno Slenk, seperti diketahui bahwa dalang muda ini terkenal dengan gayanya yang ceplas ceplos dan blak-blakan sehingga tidak heran dalam video ini beberapa kali Ki Warseno melontarkan kata-kata "rusuh" tapi enak saja didengarnya... :)

Monggo dipun pirsani piyambak, penjenengan saged mirsani langsung utawi download wonten ing ngriki : http://www.youtube.com/watch?v=7i4zVFcMckE
Read more...

Read more...

Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab

>> Saturday, December 29, 2012

Bagi penggemar wayang, sudah pasti cukup kenal dengan lakon ini. Abimanyu Ranjab merupakan salah satu rangkaian dari perang saudara Bharatayudha yang sangat populer itu. Terus terang mengikuti cerita ini rasanya trenyuh dimana Abimanyu putra Arjuna yang digadang-gadang untuk kelak menjadi calon ratu ternyata harus gugur mengenaskan dalam usia yang masih sangat muda ditangan para uwanya sendiri.

Namun seperti biasanya, bukan Ki Hadi Sugiti kalo tidak bisa membawakan lakon apapun dengan gayanya yang khas, segar, cerdas dan tetep ngga lepas dari banyolan.
Monggo kula aturi midangetaken sinambi leyeh-leyeh.

Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 1A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 1B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 2A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 2B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 3A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 3B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 4A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 4B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 5A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 5B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 6A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 6B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 7A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 7B
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 8A
Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjab 8B Tamat
Read more...

Read more...

Wayang Kulit di Istana Negara: Hiromi Kano (1) Kutut Manggung

>> Sunday, July 8, 2012

Cuplikan dari pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Istana Negara pd tgl. 7 Ags. 2009 dgn lakon Sesaji Raja Suya oleh dalang Ki Purbo Asmoro, hadir Presiden SBY beserta Ibu Negara, para menteri, pejabat negara dan para duta besar, hadir pula empat pesinden bintang tamu yaitu Kitsie Emerson (Amerika), Karen Elizabeth Sekararum (Amerika), Hiromi Kano (Jepang), sinden Cilik Febriani Mega Saputri (Kediri) dan pelawak Kirun.

Sekedar catatan bhw pada saat wayangan berbarengan dengan terjadinya drama penyergapan teroris (yang diduga Noordin M. Top) di sebuah rumah di desa Beji Temanggung yang belakangan diketahui adalah Ibrahim, perangkai bunga di Hotel Ritz Carlton.
http://www.youtube.com/watch?v=lMzaciRVxJY&list=UUuZ5XYbdnRbEwuSsqmlCbBQ&index=5&feature=plcp
Read more...

Read more...

Wayang Kulit di Istana Negara: Kitsie Emerson - Waranggana asal Amerika


Cuplikan dari pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Istana Negara pd tgl. 7 Ags. 2009 dgn lakon Sesaji Raja Suya oleh dalang Ki Purbo Asmoro, hadir Presiden SBY beserta Ibu Negara, para menteri, pejabat negara dan para duta besar, hadir pula empat pesinden bintang tamu yaitu Kitsie Emerson (Amerika), Karen Elizabeth Sekararum (Amerika), Hiromi Kano (Jepang), sinden Cilik Febriani Mega Saputri (Kediri) dan pelawak Kirun.

Sekedar catatan bhw pada saat wayangan berbarengan dengan terjadinya drama penyergapan teroris (yang diduga Noordin M. Top) di sebuah rumah di desa Beji Temanggung yang belakangan diketahui adalah Ibrahim, perangkai bunga di Hotel Ritz Carlton.
http://www.youtube.com/watch?v=B3o6WPyG6aM&list=UUuZ5XYbdnRbEwuSsqmlCbBQ&index=8&feature=plcp
Read more...

Read more...

Ki Anom Suroto : Bimo Suci

>> Monday, July 2, 2012

Bima berguru kepada pendeta Durna. Ia disuruh mencari air yang bisa menyucikan dirinya. Bima lalu ke Ngamarta, memberitahu dan pamitan kepada saudara-saudaranya. Yudisthira diminta oleh ketiga adiknya supaya menghalangi keinginan Bima. Bima tidak dapat dihalangi, lalu pergi berpamitan dan minta petunjuk kepada pendeta Durna.

Bima menghadap pendeta Durna. Pendeta Durna memberitahu, bahwa air suci berada di hutan Tikbrasara. Bima lalu berpamitan kepada raja Doryudanan dan pendeta Durna.

Bima meninggalkan kerajaan Ngastina, masuk ke hutan. Setelah melewati hutan dengan segala gangguannya, perjalanan Bima tiba di gunung Candramuka. Bima mencari air suci di dalam gua dan membongkari batu-batu. Tiba-tiba bertemu dengan dua raksasa bernama Rukmuka dan Rukmakala. Bima diserang. Ke dua raksasa mati dan musnah oleh Bima. Mereka berdua menjelma menjadi dewa Indra dan dewa Bayu. Kemudian terdengar suara, memberi tahu agar Bima kembali ke Ngastina. Di tempat itu tidak ada air suci. Bima segera kembali ke Ngastina.

Bima tiba di Ngastina menemui pendeta Durna yang sedang dihadap oleh para Korawa. Mereka terkejut melihat kedatangan Bima. Semua yang hadir menyambut kedatangan Bima dengan ramah. Pendeta Durna menanyakan hasil kepergian Bima. Bima menjawab bahwa ia tidak menemukan air suci di gunung Candramuka. Ia hanya menemukan dua raksasa dan sekarang telah mati dibunuhnya. Pendeta Durna berkata, bahwa air suci telah berada di pusat dasar laut. Bima percaya dan akan mencarinya. Dengan basa-basi Duryodana memberi nasihat agar Bima berhati-hati. Bima berpamitan kepada pendeta Durna dan Doryudana.

Bima menemui saudara-saudaranya di kerajaan Ngamarta, ia minta pamit pergi mencari air suci.
Yudisthira dan adik-adiknya sangat sedih, lalu memberitahu kepada Prabu Kresna raja Dwarawati. Kresna datang di Ngamarta, memberi nasihat agar para Pandhawa tidak bersedih hati. Dewa akan melindungi Bima. Bima minta diri kepada Kresna dan keluarga Pandhawa. Banyak nasihat Kresna kepada Bima, tetapi Bima teguh pada keinginannya. Para Pandhawa mencoba menghalang-halanginya, tetapi tidak berhasil menahannya.

Bima berjalan menelusuri hutan, kemudian tiba di tepi samodera. Bima mempunyai kesaktian berasal dari “aji sangara.” Dengan berani ia terjun ke dalam samodera. Tiba-tiba seekor naga mencegatnya. Naga membelit Bima, tetapi alhirnya naga mati ditusuk kuku Pancanaka.

Bima tiba di pusat dasar samodera, bertemu dengan Dewa Ruci. Dewa Ruci dapat menjelaskan asal keturunannya Bima dan menyebut sanak saudaranya. Lagi pula Dewa Ruci tahu maksud kedatangan Bima di pusat dasar samodewa. Dewa Ruci memberi nasihat, orang jangan pergi bila tidak tahu tempat yang akan ditujunya. Jangan makan bila belum tahu rasa makanan yang akan dimakannya. Jangan mengenakan pakaian bila belum tahu nama pakaian yang akan dikenakannya. Barang siapa tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang telah tahu. Bima merasa hina, lalu minta berguru kepada Dewa Ruci.

Bima disuruh masuk ke rongga perut Dewa Ruci. Bima heran mendengar perintah Dewa Ruci. Ia harus masuk melalui jalan mana, bukankah Dewa Ruci lebih kecil dari pada Bima. Dewa Ruci berkata, bahwa dunia seisinya bisa masuk ke rongga perutnya. Bima disuruh masuk lewat lubang telinga kiri. Tibalah Bima di dalam rongga perut Dewa Ruci.

Ia melihat samodera besar lagi luas, tidak bertepi. Ketika ditanya, Bima menjawab, bahwa ia hanya melihat angkasa kosong jauh sekali, tidak mengerti arah utara selatan, timur barat dan atas bawah. Ia kebingungan. Tiba-tiba terang benderang, Bima merasa menghadap Dewa Ruci. ia tahu arah segala penjuru angin.

Dewa Ruci bertanya tentang sesuatu yang dilihat oleh Bima. Bima menjawab, bahwa hanya warna hitam merah kuning dan putih yang dilihatnya. Dewa Ruci memberi wejangan kepada Bima. Setelah menerima wejangan, Bima merasa senang. Ia tidak merasa lapar, sakit dan kantuk. Ia ingin menetap tinggal di rongga perut Dewa Ruci. dewa Ruci melarang, Bima diwejang lagi tentang hakekat hidup manusia. Sempurnalah pengetahuan Bima tentang hidup dan kehidupan.

Bima telah lepas dari rongga perut Dewa Ruci, lalu minta diri kembali menemui saudara-saudaranya di Ngamarta. Yudisthira mengadakan pesta bersama keluarga menyambut kepulangan Bima.

Yasadipura I, 1928: I-V
Sumber : http://wayang.wordpress.com/2010/03/07/banjaran-cerita-pandawa-15-cerita-bima-suci/

Anom Suroto - Bimo Suci 00 (Talu)
Anom Suroto - Bimo Suci 01
Anom Suroto - Bimo Suci 02
Anom Suroto - Bimo Suci 03
Anom Suroto - Bimo Suci 04
Anom Suroto - Bimo Suci 05
Anom Suroto - Bimo Suci 06
Anom Suroto - Bimo Suci 07
Anom Suroto - Bimo Suci 08
Anom Suroto - Bimo Suci 09
Anom Suroto - Bimo Suci 10
Anom Suroto - Bimo Suci 11
Anom Suroto - Bimo Suci 12
Anom Suroto - Bimo Suci 13
Anom Suroto - Bimo Suci 14
Anom Suroto - Bimo Suci 15
Anom Suroto - Bimo Suci 16 (Tamat)
Read more...

Read more...

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP